Kamis, 01 Juni 2017

laporan pengecoran dengan cetakan pasir



BAB I

PENDAHULUAN


              1.1            Latar Belakang

Proses manufaktur adalah proses yang mengubah bahan baku / raw material menjadi produk.Dimana terdapat tujuh dasar proses manufaktur terdapat yaitu proses pengecoran, pembentukan, pemesinan, pengelasan, perlakuan panas, perlakuan permukaan dan metalurgi serbuk.
Salah satu dari tujuh dasar proses manufaktur adalah pengecoran, dimana proses pengecoran merupakan suatu proses manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan bentuk yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. Logam cair akan dituangkan atau ditekan ke dalam cetakan yang memiliki rongga cetak (cavity) sesuai dengan bentuk atau desain yang diinginkan. Setelah logam cair memenuhi rongga cetak dan tersolidifikasi, selanjutnya cetakan disingkirkan dan hasil cor dapat digunakan untuk proses sekunder.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan industri saat ini, pengecoran semakin dibutuhkan.Proses pengecoran yang semakin banyak dilakukan harus diimbangi dengan orang yang menguasai teknik pengecoran, karena tidak semua orang dapat melakuan proses pengecoran dengan baik dan benar. Oleh karena itu mahasiswa dilatih untuk melakukan pengecoran sehingga mahasiswa memiliki pengalaman praktek pengecoran dan melatih kemampuandalam membuat cetakan serta mengetahui dan memahami proses atau teknik pengecoran logam dalam suatu proses/teknik produksi dalam manufaktur.
              1.2            Tujuan
Praktikum teknik pengecoran logam merupakan penerapan teori yang pernah diberikan di perkuliahan. Dengan melakukan praktikum ini, diharapkan mahasiswa memiliki pengalaman praktek dalam proses produksi, khususnya mengenai teknik pengecoran logam. Adapun tujuan dan manfaat lain dari praktikum teknik pengecoran logam adalah sebagai berikut:
1.      Dapat membuat pola dan cetakan pasir untuk membuat produk pengecoran  logam.
2.      Menentukan dan merencanakan sistim saluran dalam suatu pembuatan produk pengecoran logam.
3.      Mengetahui beberapa proses atau teknik dalam pembuatan cetakan.
4.      Mengetahui besaran-besaran atau parameter proses yang terlibat dan berpengaruh terhadap cetakan yang yang dibuat.
5.      Merencanakan dan membuat barang jadi melalui teknik pengecoran logam.
6.      Mengetahui cara-cara pengujian kualitas pasir cetak untuk proses pengecoran logam.





BAB II
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

              2.1            Waktu dan tempat
Tempat       : Laboratorium Pengelasan Jurusan Teknik Mesin Fakultas
  Teknik Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang
Waktu        : Kamis-Sabtu, 25-27 Mei 2017

              2.2            Alat dan Bahan
Praktikum teknik pengecoran logam membutuhkan bahan-bahan sebagai berikut:
1.      Pasir
2.      Tetes tebu (yang nantinya akan dicampurkan dengan pasir)
3.      Air
4.      Semen
5.      Gypsum
6.      Kayu
7.      Styrofoam
              2.3            Proses Produksi (pembuatan pola, pembuatan cetakan pasir, pembutatan pasir cetak, peleburan dan penuangan, finising)
Pengecoran Cetakan Pasir
Langkah kerja pengecoran cetakan pasir kering
1.      Siapkan alat dan bahan
2.      Bentuk pola dengan styrofoam
3.      Campur gypsum, semen dan air
4.      Tuangkan campuran tersebut kedalam Styrofoam yang sudah berbentuk pola dan tunggu hingga kering
5.      Buat 2 wadah untuk pembuatan cetakan berbentuk persegi dengan menggunakan kayu
6.      Campurkan pasir dengan tetes tebu
7.      Masukkan pola kedalam cetakan lalu di kasih pasir dan di tekan
8.      Buat kembali cetakan atasnya dengan proses yg sama.
9.      Buat rongga untuk memasukan cairan semen
10.  Penuangan cairan semen  ke dalam cetakan;
11.  Pendinginan dan pembekuan;
12.  Pembongkaran cetakan pasir;
13.  Pembersihan dan pemeriksaan hasil coran.

              2.4            Keselamatan Kerja
Sebelum melakukan pengecoran, sebaiknya menggunakan sepatu dan sarung tangan.

              2.5            Hasil Kerja Praktik
     
    
     
   
     
    
     


BAB III
TEMUAN

              3.1            Faktor Pendukung
1.      Pemberian tepung pada poda biar pasir tidak melekat di pola pada saat pengangkatan pola
2.      Pemadatan pasir terhadap pola.

              3.2            Faktor Penghambat
1.      Pada waktu pengangkatan, pasir ikut dengan terangkat dengan pola
2.      Pada saat penuangan campuran gypsum dan semen cepat mengering dan saluran lubang terlalu kecil.

              3.3            Pengembangan Tingkat Lanjut
Sebelum kita melakukan pengecoran logam, kita harus mengetahui desain dan logam yang akan di buat. Karena dari hasil praktik yang sudah dilakukan bahan pengecoran dengan desain tidak cocok,sehingga hasil akhir tidak cukup baik.
     





BAB IV
KESIMPULAN
              4.1            Kesimpulan
      Kesimpulan praktikum teknik pengecoran logam adalah sebagai berikut:
a.       Hasil praktikum pengecoran memiliki beberapa cacat yaitu porositas, permukaan kasar dan pada saat pembuatan pasir cetak.
b.      Setelah praktikum teknik pengecoran logam, mahasiwa dapat mengetahui prosedur dan teknik pengecoran logam cetakan pasir.
              4.2            Saran
      Saran praktikum teknik pengecoran logam adalah sebagai berikut:
a.       Porositas hasil coran dapat dikurangi dengan melakukan peniupan gas inert ke dalam cairan logam, pencairan kembali, atau perencanaan yang tidak menyebabkan turbulen pada aliran logam cair, sehingga dapat menghilangkan kandungan gas di dalam cairan logam.
b.      Permukaan yang kasar akibat cetakan rontok dapat dihindari dengan cara pembuatan cetakan harus lebih cermat dan teliti.
c.       Kesalahan ukuran hasil coran dapat dihindari dengan membuat pola yang teliti dan cermat, serta memperhitungkan faktor penyusutan logam dengan cermat.

laporan pengecoran dengan cetakan pasir

BAB I PENDAHULUAN               1.1             Latar Belakang Proses manufaktur adalah proses yang mengubah bahan baku / raw ...