BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Proses manufaktur adalah proses yang
mengubah bahan baku / raw material
menjadi produk.Dimana terdapat tujuh dasar proses manufaktur terdapat yaitu
proses pengecoran, pembentukan, pemesinan, pengelasan, perlakuan panas, perlakuan
permukaan dan metalurgi serbuk.
Salah satu dari tujuh dasar proses
manufaktur adalah pengecoran, dimana proses pengecoran merupakan suatu proses
manufaktur yang menggunakan logam cair dan cetakan untuk menghasilkan bentuk
yang mendekati bentuk geometri akhir produk jadi. Logam cair akan dituangkan
atau ditekan ke dalam cetakan yang memiliki rongga cetak (cavity) sesuai dengan bentuk atau desain yang diinginkan. Setelah
logam cair memenuhi rongga cetak dan tersolidifikasi, selanjutnya cetakan disingkirkan
dan hasil cor dapat digunakan untuk proses sekunder.
Seiring dengan perkembangan
teknologi dan industri saat ini, pengecoran semakin dibutuhkan.Proses
pengecoran yang semakin banyak dilakukan harus diimbangi dengan orang yang
menguasai teknik pengecoran, karena tidak semua orang dapat melakuan proses
pengecoran dengan baik dan benar. Oleh karena itu mahasiswa dilatih untuk
melakukan pengecoran sehingga mahasiswa memiliki pengalaman praktek pengecoran
dan melatih kemampuandalam membuat cetakan serta mengetahui dan memahami proses
atau teknik pengecoran logam dalam suatu proses/teknik produksi dalam
manufaktur.
1.2
Tujuan
Praktikum teknik pengecoran logam merupakan penerapan teori yang pernah diberikan di
perkuliahan. Dengan melakukan praktikum ini, diharapkan mahasiswa memiliki
pengalaman praktek dalam proses produksi, khususnya mengenai
teknik pengecoran logam. Adapun tujuan dan manfaat lain dari praktikum teknik pengecoran logam adalah sebagai berikut:
1.
Dapat membuat pola dan cetakan pasir untuk membuat produk pengecoran logam.
2.
Menentukan dan merencanakan sistim saluran dalam suatu pembuatan produk
pengecoran logam.
3.
Mengetahui beberapa proses atau teknik dalam pembuatan cetakan.
4.
Mengetahui besaran-besaran atau parameter proses yang terlibat dan berpengaruh
terhadap cetakan yang yang dibuat.
5.
Merencanakan dan membuat barang jadi melalui teknik pengecoran logam.
6.
Mengetahui cara-cara pengujian kualitas pasir cetak untuk proses pengecoran
logam.
BAB
II
PELAKSANAAN
PRAKTIKUM
2.1
Waktu dan tempat
Tempat : Laboratorium Pengelasan Jurusan Teknik
Mesin Fakultas
Teknik Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng
Jombang
Waktu : Kamis-Sabtu, 25-27 Mei 2017
2.2
Alat
dan Bahan
Praktikum teknik
pengecoran logam membutuhkan bahan-bahan sebagai berikut:
1.
Pasir
2.
Tetes tebu (yang nantinya akan dicampurkan
dengan pasir)
3.
Air
4.
Semen
5.
Gypsum
6.
Kayu
7.
Styrofoam
2.3
Proses Produksi (pembuatan pola, pembuatan cetakan pasir, pembutatan pasir
cetak, peleburan dan penuangan, finising)
Pengecoran Cetakan Pasir
Langkah
kerja pengecoran cetakan pasir kering
1.
Siapkan
alat dan bahan
2.
Bentuk
pola dengan styrofoam
3.
Campur
gypsum, semen dan air
4.
Tuangkan
campuran tersebut kedalam Styrofoam yang sudah berbentuk pola dan tunggu hingga
kering
5.
Buat
2 wadah untuk pembuatan cetakan berbentuk persegi dengan menggunakan kayu
6.
Campurkan
pasir dengan tetes tebu
7.
Masukkan
pola kedalam cetakan lalu di kasih pasir dan di tekan
8.
Buat
kembali cetakan atasnya dengan proses yg sama.
9.
Buat
rongga untuk memasukan cairan semen
10.
Penuangan
cairan semen ke dalam cetakan;
11.
Pendinginan
dan pembekuan;
12.
Pembongkaran
cetakan pasir;
13.
Pembersihan
dan pemeriksaan hasil coran.
2.4
Keselamatan Kerja
Sebelum melakukan pengecoran, sebaiknya menggunakan sepatu dan
sarung tangan.
2.5
Hasil Kerja Praktik
BAB III
TEMUAN
3.1
Faktor
Pendukung
1. Pemberian
tepung pada poda biar pasir tidak melekat di pola pada saat pengangkatan pola
2. Pemadatan
pasir terhadap pola.
3.2
Faktor
Penghambat
1. Pada
waktu pengangkatan, pasir ikut dengan terangkat dengan pola
2. Pada
saat penuangan campuran gypsum dan semen cepat mengering dan saluran lubang
terlalu kecil.
3.3
Pengembangan
Tingkat Lanjut
Sebelum kita melakukan pengecoran logam,
kita harus mengetahui desain dan logam yang akan di buat. Karena dari hasil
praktik yang sudah dilakukan bahan pengecoran dengan desain tidak
cocok,sehingga hasil akhir tidak cukup baik.
BAB IV
KESIMPULAN
4.1
Kesimpulan
Kesimpulan praktikum
teknik pengecoran logam adalah sebagai berikut:
a.
Hasil praktikum pengecoran memiliki beberapa cacat
yaitu porositas, permukaan kasar dan pada saat pembuatan pasir cetak.
b.
Setelah praktikum teknik pengecoran logam, mahasiwa
dapat mengetahui prosedur dan teknik pengecoran logam cetakan pasir.
4.2
Saran
Saran praktikum teknik pengecoran
logam adalah sebagai berikut:
a.
Porositas hasil coran dapat dikurangi dengan
melakukan peniupan gas inert ke dalam cairan logam, pencairan kembali, atau
perencanaan yang tidak menyebabkan turbulen pada aliran logam cair, sehingga
dapat menghilangkan kandungan gas di dalam cairan logam.
b.
Permukaan
yang kasar akibat cetakan rontok dapat dihindari dengan cara pembuatan cetakan
harus lebih cermat dan teliti.
c.
Kesalahan
ukuran hasil coran dapat dihindari dengan membuat pola yang teliti dan cermat,
serta memperhitungkan faktor penyusutan logam dengan cermat.